RSS

CATATAN KULIAH


CATATAN I
SISTEM BUS
Konsep
- Sistem hardware tidak dapat diubah-ubah
- Fungsi kerja hardware dapat melakukan tugas berbeda-beda, memberikan sinyal kontrol yang benar.

Program: Serangkaian Langkah sequensial untuk setiap langkah sebuah operasi aritmatik atau logic.



CATATAN II
INTERNAL MEMORY
 Internal Memory adalah memori yang bersatu di dalam suatu sistem (jika tidak ada, maka komputer tidak dapat berfungsi).
Contoh internal memory: RAM dan ROM.



CATATAN III
EXTERNAL MEMORY
Jenis-jenis external memory/ memori eksternal ditinjau dari kinerja, cara membaca dan cara menyimpannya. Jenis-jenis memori eksternal antara lain:
a. Magnetic Disk, contoh: ATM, Flashdisk
b. Optical, contoh: CD, DVD
c. Pita Magnetik, contoh: cassette tape (disebut pita 'magnetik' karena alat penulis dan pembacanya mengandung magnet)



CATATAN IV
INPUT-OUTPUT
Masalah-masalah I/O :
1. Periferal yang bervariasi
- Pengiriman jumlah data yang berbeda
- dengan kecepatan yang berbeda
- dalam format yang berbeda.
2. Semua periferal I/O berkecepatan lebih lambat dari CPU dan RAM
3. Memerlukan modul I/O
4. Interface ke CPU dan memori melalui sistem BUS/ Perpindahan utama
5. Interface ke satu atau lebih periferal melalui link yang sesuai.

Peralatan Eksternal
1. Terbaca manusia (monitor, keyboard, printer)
2. Terbaca mesin
- pengawasan dan kontrol
- sensor, aktuator, pita/disk magnetik
3. Komunikasi
- Modem
- Networ Interface Card (NIC)



CATATAN V
OPERATING SYSTEM (OS)
Operating System adalah alat komunikasi antara hardware dan software, atau dari hardware ke otak manusia.

Fungsi OS:
1. Pembuatan Program
2. Eksekusi Program

Tipe OS:
1. Interaktif
2. Batch
3. Single Program
4. Multi Programming

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

RAID (Redundant Array of Independent Disks)


RAID (Redundancy Array of Independent Disk) merupakan organisasi disk memori yang mampu menangani beberapa disk dengan sistem akses paralel dan redudansi ditambahkan untuk meningkatkan reliabilitas. Karena kerja paralel inilah dihasilkan resultan kecepatan disk yang lebih cepat.

apa yang dimaksud dengan redudansi?
Redundansi merupakan faktor penting pada pengembangan RAID di server. Mengapa? Karena redundancy digunakan untuk menyimpan informasi paritas untuk menjaga agar data dapat di-recover jika terjadi kegagalan disk. Jika salah satu disk mengalami kegagalan, maka dapat ditukar dengan disk rendundant-nya tanpa harus mematikan sistem (hot-swappable). Metode redundancy tergantung pada versi RAID yang digunakan.

Dalam RAID, data didistribusikan menggunakan skema yang disebut striping. Dengan metode striping ini data tampak seolah-olah disimpan pada sebuah logical disk. Logical disk tersebut dibagi-bagi menjadi yang disebut sebagai strips yang bisa jadi berupa blok atau sektor yang ada secara fisik. Strips dipetakan secara round-robin pada disk-disk fisik dalam array RAID secara berurutan. Dengan memanfaatkan metode striping ini, maka data pada RAID dapat diakses secara paralel.


RAID tingkat 0
Sebenarnya bukan RAID karena tidak menggunakan redundansi dalam meningkatkan kinerjanya. Data didistribusikan pada seluruh disk secara array merupakan keuntungan daripada menggunakan satu disk berkapasitas besar. Sejalan perkembangan RAID – 0 menjadi model data strip pada disk dengan suatu management tertentu hingga data sistem data dianggap tersimpan pada suatu 58 disk logik. Mekanisme tranfer data dalam satu sektor sekaligus sehingga hanya baik untuk menangani transfer data besar.

RAID tingkat 1
Pada RAID – 1, redundansi diperoleh dengan cara menduplikasi seluruh data pada disk mirror-nya. Seperti halnya RAID – 0, pada tingkat 1 juga menggunakan teknologi stripping, perbedaannya adalah dalam tingkat 1 setiap strip logik dipetakkan ke dua disk yang secara logika terpisah sehingga setiap disk pada array akan memiliki mirror disk yang berisi data sama. Hal ini menjadikan RAID – 1 mahal. Keuntungan RAID – 1:
• Permintaan pembacaan dapat dilayani oleh salah satu disk karena terdapat dua disk
berisi data sama, tergantung waktu akses yang tercepat.
• Permintaan penyimpanan atau penulisan dilakukan pada 2 disk secara paralel.
• Terdapat back-up data, yaitu dalam disk mirror-nya.
RAID tingkat 1 mempunyai peningkatan kinerja sekitar dua kali lipat dibandingkan RAID tingkat 0 pada operasi baca, namun untuk operasi tulis tidak secara signifikan terjadi peningkatan. Cocok digunakan untuk menangani data yang sering mengalami kegagalan dalam proses pembacaan. RAID – 1 masih bekerja berdasarkan sektor – sektornya.

RAID tingkat 2
RAID – 2 mengganakan teknik akses paralel untuk semua disk. Dalam proses operasinya, seluruh disk berpartisipasi dan mengeksekusi setiap permintaan sehingga terdapat mekanisme sinkronisasi perputaran disk dan headnya. Teknologi stripping juga digunakan dalam tingkat ini, hanya stripnya berukuran kecil, sering kali dalam ukuran word atau byte. Koreksi kesalahan menggunakan sistem bit paritas dengan kode Hamming. Cocok digunakan untuk menangani sistem yang kerap mengalami kesalahan disk.

RAID tingkat 3
Diorganisasikan mirip dengan RAID – 2, perbedaannya pada RAID – 3 hanya membutuhkan disk redudant tunggal, tidak tergantung jumlah array disknya. Bit paritas dikomputasikan untuk setiap data word dan ditulis pada disk paritas khusus. Saat terjadi kegagalan drive, data disusun kembali dari sisa data yang masih baik dan dari informasi paritasnya. RAID – 3 menggunakan akses paralel dengan data didistribusikan dalam bentuk strip – strip kecil. Kinerjanya menghasilkan transfer berkecepatan tinggi, namun hanya dapat 59 mengeksekusi sebuah permintaan I/O saja sehingga kalau digunakan pada lingkungan transaksi data tinggi terjadi penurunan kinerja.

RAID tingkat 4
RAID – 4 menggunakan teknik akses yang independen untuk setiap disknya sehingga permintaan baca atau tulis dilayani secara paralel. RAID ini cocok untuk menangani sistem dengan kelajuan tranfer data yang tinggi. Tidak memerlukan sinkronisasi disk karena setiap disknya beroperasi secara independen. Stripping data dalam ukuran yang besar. Strip paritas bit per bit dihitung ke seluruh strip yang berkaitan pada setiap disk data. Paritas disimpan pada disk paritas khusus. Saat operasi penulisan, array management software tidak hanya meng-update data tetapi juga paritas yang terkait. Keuntungannya dengan disk paritas yang khusus menjadikan keamanan data lebih terjamin, namun dengan disk paritas yang terpisah akan memperlambat kinerjanya.

RAID tingkat 5
Mempunyai kemiripan dengan RAID – 4 dalam organisasinya, perbedaannya adalah strip–strip paritas didistribusikan pada seluruh disk. Untuk keamanan, strip paritas suatu disk disimpan pada disk lainnya. RAID – 4 merupakan perbaikan dari RAID – 4 dalam hal peningkatan kinerjanya. Disk ini biasanya digunakan dalam server jaringan.

RAID tingkat 6
Merupakan teknologi RAID terbaru. Menggunakan metode penghitungan dua paritas untuk alasan keakuratan dan antisipasi terhadap koreksi kesalahan. Seperti halnya RAID – 5, paritas tersimpan pada disk lainnya. Memiliki kecepatan transfer yang tinggi.




source:



  
Copyright 2009 Sepenggal Kutipan Kata. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy